Minggu, 10 Februari 2013

Petani Jagung dimadura


Petani dimadura,yang umumnya adalah bertani jagung pada pertengahan bulan ini sudah mulai menguning,yang berarti sudah hampir dipanen. kebiasaan yang terjadi jika sudah musim panen,harga jagung melorot atau turun drastis yang biasanya 3500,-.perkelo gram.biasanya turun rp 1500,-perkelogram. Bagi petani kebiasaan ini bukanlah masalah,karena petani dimadura menanam jagung tidak semata mata untuk dijual,tapi untuk dimakan sendiri,jadi kebiasaannya ditaruh sampai tahun depan

Petani yang kelas ekonominya menengah kebawah,sering kali dijadikan umpan kampanye disetiap ada pemilihan,baik tingkat desa sampai tingkat nasional.dingan janji janji palsu mereka dikumpulkan untuk diberikan pengharapan,meski mereka sebenarnya tidak begitu memperdulikan.

Add caption
Pada jaman ini materi sudah menjadi tolok ukur disetiap urusan,bahkan menjadi ukuran baik tidaknya seseorang.maka petani betul betul semakin terpuruk disegala urusannya.akan mengembangkan usahanya tidak ada modal yang memadai dan tidak cukupnya pengetahuan untuk melangkah.sementara pembinaan dan penguatan modal hanya berpotar putar disitu situ saja(yang sudah punya kekuasaan dan modal)

Dengan segala kearifannya petani pasrah kepada nasib yang disandangnya,mereka tidak akan lagi berharap datangnya kesejahteraan dari pemimpin pemimpin negeri ini.mereka tidak perduli apakah uang negara digarong atau diapakan oleh pemimpin.namun demikian mereka tetap sadar bahwa mereka hidup dalam naungan negara,yaitu Negara Republik Mimpi,ee salah.maaf.Negara kesatuan Rebuplik Indonesia yang kita cintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar